MENCARI IKON KEBANGKITAN KAUM MUDA BANTEN
Oleh : Drs. Desri Arwen, M. Pd
(Intelektual Muda Muhammadiyah)

Perjalanan bangsa kita selama 103 tahun terakhir sejak kebangkitan nasional, jujur harus diakui, telah banyak kemajuan yang telah kita capai, meskipun memang masih lebih banyak lagi yang belum dan mesti kita kerjakan. Saking banyaknya permasalahan yang kita hadapi, terkadang orang cenderung larut dalam keluh kesah tentang kekurangan, kelemahan, dan ancaman-ancaman yang harus dihadapi yang seolah-olah tidak tersedia lagi jalan untuk keluar atau solusi untuk mengatasi keadaan.

Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara terus menerus bergerak cepat, dan memerlukan langkah-langkah konsolidasi yang tersistematisasikan. Berbagai fungsi yang bersifat tumpang tindih perlu ditata ulang. Berbagai kegiatan yang alfa dikerjakan, perlu ditangani dengan cara yang lebih baik. Figur kaum muda Indonesia yang dibutuhkan saat ini adalah figur-figur yang bersedia membiasakan diri untuk mengerjakan apa saja yang semestinya dikerjakan guna memperbaiki keadaan dan meningkatkan produktifitas kita sebagai bangsa dan negara.

Dan dalam figurasi kaum muda di tingkat nasional, banyak yang belakangan ini muncul dengan gagasan-gagasan cemerlang dan memiliki tempat dalam konteks nasional, baik dalam kancah politik, bisnis, budaya, sosial kemasyarakatan dan lain sebagainya. Institusi-institusi bisnis, politik dan pemerintahan semakin mengakomodir anak-anak muda berbakat untuk menempati posisi-posisi strategis. Tak perlu kita sebut satu persatu, karena wajah-wajah mereka pun kerap nongol dalam pelbagai media massa. Bagaimana dengan dinamika kaum muda dalam konteks local di wilayah Provinsi Banten, siapakah yang dapat kita sebut sebagai ikon kebangkitan kaum mudanya?

Banten antara Tantangan dan Harapan

Provinsi Banten merupakan salah satu daerah pemekaran dari wilayah Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tantang Pembentukam Provinsi Banten dengan wilayah meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon dan Kota Serang. Sebagai provinsi yang relatif masih sangat muda, Provinsi Banten tentu menghadapi berbagai tantangan, ketertinggalan, dan permasalahan dalam seluruh kehidupan masyarakatnya

Provinsi Banten mempunyai potensi yang dapat di daya gunakan dan di manfaatkan secara optimal untuk dijadikan modal dalam mengatasi berbagai tantangan, ketertinggalan  dan setiap permasalahan yang timbul. Berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten (http://www.bkpmd.banten.go.id), bahwa Banten merupakan kawasan andalan nasional, dengan sektor unggulannya adalah industri. Industri yang telah tumbuh di Provinsi Banten sebanyak 1.623 industri dengan 72 jenis produk. Hasil produksi industrinya pun telah diekspor ke berbagai negara dengan nilai ekspor setiap tahunnya terus meningkat.

Namun provinsi yang terbilang masih muda ini menghadapi persoalan pengangguran. Data yang ada menunjukkan jumlah penganggur terbuka di Banten naik dari 678 ribu orang (Februari 2010) menjadi 697 ribu orang (Februari 2011). Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Banten, Bambang Luarso, menyatakan meningkatnya jumlah penganggur terbuka itu antara lain disebabkan oleh peningkatan jumlah angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 ini memang mengalami peningkatan cukup tajam, yakni dari 4,79 juta orang pada Februari 2010, menjadi 5,16 juta orang pada Februari 2011 (www.seputar-indonesia.com, 6/5/2011). Provinsi Banten pun menempati posisi sebagai provinsi dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia.

Selain jumlah angkatan kerja yang meningkat, peningkatan angka pengangguran terbuka juga disebabkan oleh banyaknya pendatang dari daerah lain yang masuk ke daerah Banten untuk mencari pekerjaan. Bahkan, apa yang tengah dihadapi Pemprov Banten dialami pula oleh daerah-daerah lain, meski mungkin dengan tingkat keparahan yang berbeda. Apa yang dihadapi Banten sama sekali bukan persoalan baru. Meskipun Banten mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2010 sebesar 5,94 persen dan pada Triwulan I 2011 meningkat jadi 6,52 persen tetapi tetap saja Provinsi Banten menjadi salah satu daerah dengan angka pengangguran tertinggi. Ada indikasi Pemerintah daerah terjebak pada indikator makro yang nyaris tidak memiliki implikasi pada pemberantasan pengangguran.

Tantangan bagi Kaum Muda Banten

Kaum muda merupakan kelompok sosial yang memiliki peran strategis dalam proses kebangsaan di tanah air kita selama ini. Kelahiran Budi Utomo (1908), sumpah pemuda (1928), revolusi kemerdekaan (1945) serta gerakan reformasi (1998) merupakan sebuah bukti sejarah akan peran kaum muda dalam menentukan arah kehidupan kita berbangsa dan bemegara. Kaum muda bagaimanapun statusnya, telah melakukan investasi sosial yang amat banyak bagi peletakan bangsa Indonesia. Kelompok inilah yang selama ini selalu berada di garda terdepan dalam penyelamatan berbagai persoalan sosial yang terjadi.

Oleh karenanya Arif Budiman melihat sosok kaum muda merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan, karena kaum muda bergerak atas nilai-nilai idealisme dan moralitas dalam melihat persoalan yang ada. Mereka adalah sosok yang merindukan perubahan dan sesuatu yang baru dalam hidup ini. dan di negara manapun, sosok kaum muda selalu menjadi perhatian yang khusus oleh banyak kalangan. Sebab di tubuh kaum muda inilah segenap tumpuan masa depan bangsa dipertaruhkan. Orang bijak sering mengatakan, masa depan bangsa yang baik adalah masa depan yang memiliki kaum muda yang unggul, kompetitif dan baik pula saat sekarang.

Di Banten saat ini bermunculan tokoh-tokoh muda yang mampu menarik simpati masyarakat dan merebut posisi-posisi penting dalam konteks perpolitikan lokal maupun konstibusi mereka dalam pengembangan sosial kemasyarakatan. Sekedar menyebut nama, sosok Tb. Iman Ariadi mantan Ketua KNPI Banten saat ini berhasil duduk sebagai Walikota Cilegon, atau Arif R. Wismansyah, pebisnis muda yang juga menjabat Wakil Walikota Tangerang, atau Andika Hazrumi yang menjadi anggota DPD RI Banten serta Zaki Iskandar yang menjadi anggota DPR  RI, dan Ahmad Amarullah, mantan Sekjen KNPI Banten dan saat ini aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan sekaligus juga akademisi dan tokoh inteleketual muda di Banten

Perhatian dan optimisme untuk kemajuan masyarakat Banten bersama kaum muda untuk melakukan sebuah perubahan tentu benar adanya demikian, sebab sosok kaum muda adalah sosok yang memiliki karakter yang unik. Diantara keunikannya itu adalah, bahwa kaum muda memiliki semangat baru dan senantiasa bergejolak, keberanian untuk mengambil resiko besar, serta memiliki pandangan yang jauh menembus masanya. Buktinya, melalui tangan kaum mudalah kemerdekaan Republik ini bisa direbut dari jajahan kolonial. Di tangan para ikon kaum muda Banten, kita boleh berharap kemajuan dan kebangkitan Banten ke depan bukan lagi sekedar mimpi namun mampu mewujud dalam kenyataan. Wallahu a’lam bishowwab!