RAMADHAN MOMENTUM MENYUCIKAN JIWA DAN RAGA
Oleh : Drs. Desri Arwen, M. Pd
(Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tangerang)

Seiring datangnya bulan Ramadhan, inilah saatnya bagi umat Islam untuk membersihkan ruhani dan jasmaninya dari berbagai kotoran dan penyakit. Ibadah shaum memberikan dampak positip bagi kesehatan ruhaniah maupun jasmaniah manusia. Allah memerintahkan orang beriman melakukan Ibadah shaum sebulan penuh selama bulan Ramadhan dengan menahan lapar, haus, dan keinginan syahwat sejak terbit fajar sampai matahari terbenam, untuk meningkatkan derajat ketakwaannya.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Ibadah shaum juga biasa dikerjakan oleh umat –umat terdahulu. Orang Mesir dan Yunani kuno, pemeluk paham Zoroaster, Shinto, Budha, Hindu , Yahudi dan Kristen memiliki tradisi shaum menurut keyakinan mereka. Mereka berpuasa untuk mendapatkan berkah dari para dewa dan sembahan mereka. Ada juga kelompok orang tertentu yang berpuasa dalam rangka olah batin untuk meningkatkan kesaktian atau memenuhi hajat tertentu.
Umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah shaum selama bulan Ramadhan. Ibadah shaum sebulan penuh selama bulan Ramadhan jika dilakukan dengan tepat dan benar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan ruhani maupun jasmani. Namun sayang banyak orang yang melakukan Ibadah shaum asal-asalan saja, sehingga Rasulullah mengatakan: “Berapa banyak orang yang beribadah shaum namun mereka tidak mendapatkan selain lapar dan haus saja”. Berkaitan dengan hal ini Rasulullah menegaskan bahwa sesungguhnya Ibadah shaum itu ada tiga tingkatan, yakni shaum orang awam, shaum khawas dan shaum khawasul khawas.
Ibadah shaum orang awam (umum) adalah sekedar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedang shaum orang khawas adalah menahan makan minum serta perbuatan yang membatalkan pahala shaumnya, seperti bergunjing, mengumpat atau mencela orang lain. Matanya terpelihara dari memandang hal yang dapat membangkitkan syahwat. Telinganya terpelihara dari mendengar ucapan yang sia sia seperti bergunjing atau mendengar musik yang tak menentu. Ibadah shaum khawasul khawas adalah shaumnya orang-orang yang disamping menjaga panca indra dari hal tercela berusaha melakukan ibadah yang dicintai Allah, seperti memperbanyak membaca dan mentadabburi Qur’an, mendengar ayat suci Qur’an, dan mengingat Allah.
Rasulullah mengatakan : “Shuumu tasshihuu! (berpuasalah kalian agar sehat)”. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa sebagian besar penyakit bersumber dari perut. Pola makan yang buruk telah memicu berbagai penyakit degeneratif pada masyarakat perkotaan . Kolesterol , darah tinggi, diabetes, asam urat, jantung koroner, gangguan maag, stroke dan lain sebagainya. Nabi saw bersabda: “Tidaklah seorang anak Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Jika terpaksa dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga lagi untuk bernafas (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Pola makan yang buruk dan berlebihan terbukti menjadi sumber dari berbagai penyakit yang diidap masyarakat dunia dewasa ini. Pola makan seimbang, tidak berlebihan, dan puasa atau diet terbukti menjadi obat mujarab dari berbagai penyakit degeneratif. Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Ketika berpuasa organ penting tubuh seperti lambung, jantung, pankreas, liver mendapat kesempatan untuk beristirahat. Sel tubuh yang berjumlah miliaran mendapat kesempatan untuk meremajakan diri dan menghimpun kekuatan untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi didalam tubuh.
Puasa juga berfungsi sebagi detokfikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin dan racun berbahaya dari jaringan tubuh. Tentu saja semua efek positip tersebut hanya terjadi jika puasa dilakukan dengan tepat dan benar. Sesuai dengan tujuannya, puasa di bulan Ramadhan diwajibkan bagi setiap orang yang ber iman untuk mencetak manusia-manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Sang Khalik berfirman dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa bulan Ramadhan merupakan sarana untuk memproses, mengolah diri dan jiwa yang berpuasa menjadi hamba yang berkepribadian takwa. Pribadi yang takwa (muttaqin) seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5 dan Ali-‘Imran ayat 133-136. Dalam surah Al-Baqarah disebutkan ciri pribadi yang muttaqin itu antara lain; beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezekinya, beriman kepada Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab sebelumnya serta meyakini hari akhir